Dari Benci PGRI Menjadi Cinta PGRI

Dari Benci Menjadi Cinta: Kisah Omjay dan PGRI


Saya masih ingat saat pertama kali mendengar tentang PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Saya merasa bahwa organisasi ini hanya untuk pensiunan guru dan tidak membela kepentingan guru yang masih aktif. Saya bahkan merasa bahwa PGRI tidak relevan dengan kebutuhan guru saat ini. Namun, seiring waktu, saya mulai memahami bahwa pandangan saya itu salah.


*Perubahan Pandangan*


Saya mulai melihat bahwa PGRI bukan hanya organisasi untuk pensiunan guru, tetapi juga organisasi yang memperjuangkan hak-hak guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Saya melihat bahwa PGRI memiliki peran penting dalam memperjuangkan kepentingan guru dan meningkatkan kesejahteraan mereka.


*Bergabung dengan PGRI*


Saya akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan PGRI dan menjadi bagian dari organisasi ini. Saya ingin membantu memperjuangkan hak-hak guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Saya juga ingin menjadi bagian dari komunitas guru yang peduli dengan kepentingan mereka sendiri dan masyarakat.


*Komentar Ketua Umum PGRI*


"Omjay adalah contoh nyata dari perubahan pandangan dan komitmen untuk memperjuangkan hak-hak guru. Kami sangat bangga memiliki beliau sebagai bagian dari PGRI dan berharap beliau dapat terus berkontribusi dalam memperjuangkan kepentingan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," kata Prof. Dr. Unifah Rosyidi, Ketua Umum PB PGRI.


*Komentar Dr. Didi Suprijadi*


"Omjay adalah sosok yang inspiratif dan memiliki semangat yang tinggi dalam memperjuangkan hak-hak guru. Kami sangat senang memiliki beliau sebagai bagian dari PGRI dan berharap beliau dapat terus menjadi contoh bagi guru-guru lain dalam memperjuangkan kepentingan mereka," kata Dr. Didi Suprijadi.


*Perjuangan Bersama*


Saya sangat bangga menjadi bagian dari PGRI dan berjuang bersama mereka untuk memperjuangkan hak-hak guru dan meningkatkan kualitas pendidikan. Saya melihat bahwa PGRI memiliki komitmen yang kuat untuk memperjuangkan kepentingan guru dan meningkatkan kesejahteraan mereka.


*Menyikapi Kritik*


Saya sangat menyayangkan ketika ada orang yang sering menjelek-jelekkan PGRI bahkan meminta untuk PGRI dibubarkan saja. Saya pikir, setiap organisasi memiliki kelebihan dan kekurangan, dan PGRI tidaklah sempurna. Namun, PGRI telah berperan penting dalam memperjuangkan hak-hak guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.


*Kesimpulan*


Kisah saya dengan PGRI adalah kisah tentang perubahan pandangan dan komitmen untuk memperjuangkan hak-hak guru. Saya berharap bahwa kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk bergabung dengan PGRI dan menjadi bagian dari perjuangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Semoga PGRI semakin jaya. Dari guru, oleh guru, dan untuk guru.


Salam blogger persahabatan 

Omjay

Guru blogger Indonesia 

Blog https://wijayalabs.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ular dan ulat

puasa Ramadhan hari kesepuluh